Gua sebagai lingkungan yang gelap dapat berperan sebagai perangkap fauna dari luar gua. Sehingga gua dapat memicu terjadinya proses evolusi fauna dari luar gua untuk dapat beradaptasi bertahan hidup di dalam gua. Adaptasi di dalam gua bermacam-macam baik secara morfologi maupun fisiologi, sehingga fauna gua mempunyai bentuk bahkan perilaku yang berbeda dengan kerabatnya yang ada di luar gua.

Adaptasi yang paling utama adalah mereduksinya organ penglihatan karena kondisi lingkungan gua yang gelap total. Karena tidak berfungsinya organ penglihatan menyebabkan perkembangan organ lain untuk menggantikan organ penglihatan. Di dalam kelompok Arthropoda, khususnya serangga organ penglihatan digantikan oleh organ peraba yaitu antena. Antena serangga gua dapat mencapai 10 kali panjang tubuhnya seperti pada jangkrik gua.
Sedangkan kelompok Arthropoda yang tidak mempunyai antena seperti kelompok Arachnida (Laba-laba) mengalami adaptasi dengan berubah fungsinya kaki yang paling depan menjadi organ peraba yang berfungsi seperti antena contohnya pada kala cemeti (Amblypygi). Kondisi lingkungan gua yang terkadang minim bahan organik menyebabkan fauna gua mempunyai laju metabolisme yang lebih lambat.
Lingkungan gua mempunyai kondisi mikroklimat yang relatif stabil baik temperatur, kelembaban, kandungan karbondioksida dan oksigen. Hal ini disebabkan kondisi lingkungan yang relatif stagnant karena minimnya aliran udara dalam gua. Kondisi ini mempengaruhi adaptasi fauna gua pada lingkungan yang relatif stabil sehingga mempunyai kisaran tolerasni yang sempit. Sedikit perubahan dalam lingkungan gua akan berpengaruh sekali pada kehidupan fauna gua. Sehingga fauna yang telah teradaptasi pada lingkungan gua sangat rentan sekali terhadap gangguan. Perubahan lingkungan yang drastis seperti tercemarnya perairan gua akan berpengaruh pada kehidupan fauna aquatik maupun terrestrial.
” Berdasarkan tingkat adaptasi di dalam gua, fauna gua dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu trogloxenes, troglophiles dan troglobionts (Howarth 1983). “
Kelompok trogloxenes merupakan kelompok dari fauna gua yang menggunakan gua sebagai tempat tinggal namun hidupnya secara periodik masih tergantung pada lingkungan luar gua terutama untuk mencari pakan. Contoh fauna dalam kelompok ini adalah kelelawar, walet, sriti dan mamalia lain yang tinggal di sekitar mulut gua. Kelompok troglophiles merupakan kelompok fauna yang seluruh daur hidupnya terdapat di dalam gua namun kelompok ini juga dapat hidup di dalam maupun di luar gua. Kelompok troglobionts
tingkat adaptasi biota gua



bagus nii