Fauna gua masih menjadi domain yang asing bagi para pegiat pelesatarian satwa liar yang lebih banyak bergerak di satwa bertulang belakang. Sedangkan jenis-jenis yang renik dari kegelapan gua sebenarnya tidak kalah terancamnya dengan jenis-jenis yang banyak diperjuangkan atau bahkan yang telah masuk daftar lindungan.
” Di Amerika Serikat, lebih dari separuh jenis-jenis yang terancama punah merupakan jenis yang berasal dari dalam gua. Dan kurang dari 4% sudah masuk dalam lindungan di negara bagian. “
” .. di amerika juga disebutkan bahwa sedikitnya 6 jenis diperkirakan punah sebagai dampak aktivitas manusia dan secara global jumlah kepunahan jenis fauna gua tidak pernah diketahui.”
” Konservasi yang terbaik hanya diselesaikan dengan melindungi habitat gua dan sekaligus juga melindungi habitat yang berhubungan di habitat luar gua “
(Culver et al. 2000 : )
Bagaimana dengan Indonesia, mari kita lihat bersama:
” Saat ini baru terdeskripsi 84 jenis invertebrata gua dan sekitar 44.05 % merupakan jenis-jenis khas gua. Namun dari semua jenis khas gua belum satupun yang masuk dalam daftar lindungan ataupun daftar rentan punah.”
(Rahmadi, 2006 on Seminar Biospeleologi dan Ekosistem Karst)
“ Pemegang kebijakan perlindungan satwa liar belum sedikitpun mau melirik fauna gua sebagai aset bangsa yang perlu dilindungi.”


